Data Kelompok Kesenian Kabupaten Indramayu

Sumber: Data Base Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu Tahun 2007 Cat: data terkini belum disusun kembali oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Indramayu Organ Tunggal/Tarling Dangdut:  285 Kelompok Tarling: 17 Kelompok Sandiwara: 32 Kelompok Sintren: 71 Kelompok Wayang Kulit: 29 Kelompok Wayang Golek: 2 Kelompok Qasidah: 12 Kelompok Topeng3 Kelompok Berokan: 1 Kelompok Jumlah Seniman … Continue reading

H Abdul Adjib, Pelopor Seni Tarling

SENI tradisional tarling (gitar suling) identik dengan Cirebon. Namun, bisa pula dikatakan tarling identik dengan H Abdul Adjib (58). Dialah seniman yang mengangkat pamor tarling hingga bisa populer seperti sekarang. Di tangan Abdul Adjib, tarling bukan lagi sekadar seni musik yang mengandalkan instrumen gitar dan suling, tetapi sejak tahun 1964 menjadi seni pentas yang mempunyai … Continue reading

Tarling, Melodi Sarat Pesan Moral

sumber : http://www.republika.com Bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai utara (pantura), terutama Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon, kesenian tarling telah begitu akrab. Alunan bunyi yang dihasilkan dari alat musik gitar dan suling, seolah mampu menghilangkan beratnya beban hidup yang menghimpit. Lirik lagu maupun kisah yang diceritakan di dalamnya, juga mampu memberikan pesan moral yang … Continue reading

Sisi Gelap Sejarah Indramayu

Oleh SUPALI KASIM Sejarah berasal dari bahasa Arab, syajara (terjadi), syajarah (pohon), syajarah an-nasab (pohon silsilah). Dalam khazanah bahasa Cirebon-Indramayu, sejarah justru dianggap berasal dari kata sejare-jare (katanya-katanya). Sebuah pernyataan kirata (dikira-kira tetapi nyata), tetapi juga menusuk substansi bangunan kokoh yang selama ini bernama sejarah. Sejare-jare inilah yang kemudian lekat dengan istilah sejarah peteng, sebuah … Continue reading

Fenomena Bahasa Sunda di Indramayu

Oleh SUPALI KASIM Di antara 313 desa dan 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu, sebagian besar menggunakan bahasa Cirebon-Indramayu. Pengguna bahasa Sunda terbilang minoritas, yakni sekitar hanya belasan desa saja. Realitas yang terjadi pada bahasa Sunda di Kecamatan Kandanghaur dan Lelea ternyata ”tidak sama” dengan yang ada di Pasundan. Berikut ini saya menuliskan ”Fenomena Baasa Sunda … Continue reading