Tarling yang Sepi di Malam Hari

Malam, tepat tengah malam, 28 April 2010, kami menuju lokasi pertunjukan tarling. Yang main adalah kelompok tarling Duniawati. Penonton sudah sepi ketika kami datang, padahal pertunjukan tarling baru saja dimulai. Sebagaimana cerita yang kami kumpulkan sebelumnya, penonton tarling sangat sedikit. Sangat kontras dengan panggung yang besar dan gebyar dan musik yang sangat keras volumenya. Iya, … Continue reading

Sandiwara di Siang Bolong

28 April 2010 siang hari kami menuju desa Tugu kecamatan Sliyeg Indramayu. Dari jauh panggung besar yang didominasi warna merah itu sudah terlihat. Kami segera berbaur dengan penonton. Aku segera menuju tempat yang teduh tapi tetap nyaman untuk menonton. Baru kali ini aku melihat semacam ketoprak yang main siang-siang. Aku menyebutnya semacam ketoprak karena memang … Continue reading

Dewi Kirana; The Queen of Pantura

Akhirnya kami nonton juga pertunjukan Dewi Kirana bersama kelompoknya Puspa Kirana, 27 April 2010, di Susukan Cirebon.  Segera muncul beberapa perbedaan dengan pertunjukan-pertunjukan organ yang kami saksikan sebelumnya: yang punya hajat adalah orang berada/kaya, panggung lebih besar dan terasa mahal, pertunjukan lebih tertata/terasa profesional, keamanannya bukan hanya hansip tapi juga beberapa personil polisi, dan penontonnya … Continue reading

Godhong Semanggen di Kota Tua

Tanggal 26 April 2010 kami berangkat menuju Pecuk yang terletak di kecamatan Sindang Indramayu. Kawan kami, Rasmadi, mentas lagi siang itu. Setelah bertanya ke sana-ke mari kami berhasil menemukan tempat hajatan di mana pertunjukan organ tarling dangdut tersebut mentas. Ternyata Rasmadi tak main bareng dengan Indra Cs seperti malam sebelumnya. Ia main bersama kelompok Maharani. … Continue reading

Membaca Sejarah Indramayu (1)

Beberapa hari terakhir saya membaca buku Sisi Gelap Sejarah Indramayu karya Supali Kasim, salah seorang budayawan dari Indramayu. Secara umum buku tersebut adalah sebuah kritik atas 2 buku tentang sejarah Indramayu yang sudah terbit sebelumnya yakni Sejarah Indramayu karya H.A. Dasuki dan Dwitunggal Pendiri Darma Ayu Nagari karya H.R. Sutadji. Buku pertama terbit pada tahun … Continue reading